23/04/11

The last word chap 2


" aku pulang..." seru Junsu sesampainya di dalam rumah, ia pun masuk ke dalam kamarnya.


" Haaah.... Hyung sepertinya blum pulang."


tak lama handphone junsu berdering.


" junsu-yah.. Kau sdh pulang?" tanya seseorang di seberang.


" Umm, ada apa hyung? tumben kau menelepon ku?" balas junsu.


" tidak, eh kau sudah makan belum? mau ku bawakan makanan tidak?" ucap Jaejoong.


" Wah, boleh boleh aku juga sudah lapar nih hehehe. " seru junsu semangat.


" hahaha baiklah baiklah tunggu aku oke." jawab jaejoong ceria.


Jaejoong pun menutup teleponnya, lalu kembali lagi ke dalam dunianya yg gelap.
15 menit kemudian, jaejoong sudah sampai di depan pintu rumahnya. Ia pun berhenti untuk mengambil nafas panjangnya, lalu bersiap menjalankan kehidupan yg berbanding terbalik dgn dunianya.


" aku pulang, Junsu-yah" ucap jaejoong penuh keceriaan,yg sayangnya hanyalah sebuah tameng untuk menutupi kegelapan hatinya.


" hyung kau sudah pulang, mana makanannya, aku sudah lapar nih." jawab junsu tak kalah girangnya.


" sini sini lihatlah keliatannya enak bukan?" sahut jaejoong sambil membuka dua bungkusan makanan yg ia bawa.


" Waaaa... Kau memang hyungku yg paling baik haha"


" kau ini, memangnya td kau tdk makan d kampus?" tanya jaejoong


" tidak hyung, kau kan tau aku sedang menabung, ingin menjadi seorang jaksa kan harus punya biaya yg besar, ia kan hyung haha."


" hmmm.." ucap jaejoong sambil tersenyum kecut.


Menjadi jaksa, itulah cita-cita junsu. Ia tdk bisa membiarkan lebih banyak lagi orang-orang seperti orang tuanya yg dibunuh secara keji oleh pembunuh. Ya, pembunuh sesuatu yg sangat junsu benci di dunia ini, namun ia tdk menyadari kalau orang yg ia paling benci adalah orang yg sangat ia sayangi.

The last word chap 1



Sesosok pria tinggi berdiri tegak memandang dingin seseorang yang tergeletak di depannya.
Ia pun membungkuk memastikan nyawa orang itu tak lagi di tempatnya.
tak lama wajahnya yang dingin mendekat ke telinga sosok pria didepannya. Lalu, dibisikannya sebuah kalimat,


" kematian itu menyakitkan"


ya, itulah kalimat yg setiap kali ia ucapkan ketika sehabis menghabisi korbannya.
Dengan wajah tanpa ekspresi ia pun berjalan menuju mobilnya dengan dipayungi awan kelam, selaras dengan gelapnya hati dan pakaian yang ia pakai.


Di perjalanan, kenangan pahit 12 tahun lalu kembali merasuki jaringan-jaringan otaknya.


*flashback*


Malam itu, kedua pasang mata milik kakak beradik menatap nanar ke dua sosok orang yang tidak asing bagi mereka tergeletak tak bernyawa di lantai rumahnya.


" Omma, Appa, hyung kenapa dengan omma dan appa? " tanya sang adik lirih.


" Hyung jawab!! Omma dan Appa kenapa? " teriaknya lagi sambil menggerakkan tubuh kaku milik ommanya.


" Junsu-yah... " ucap sang kakak mencoba menenangkan adik satu-satunya itu, tak terasa butiran air matapun jatuh di pipinya.


" Omma, Appa bangun, cepat, ku mohon, Jaejoong hyung suruh omma dan appa bangun. " pinta Junsu sambil terus terisak.


Jaejoong POV
" Omma, appa, aku tidak akan membiarkan orang-orang yg sudah merebut kalian dr ku hidup lebih lama di dunia ini,suatu saat aku akan ganti setiap tetes darah yg mengalir dari tubuh kalian dgn darah orang2 itu. Aku janji omma, appa. Aku janji "
ia pun mengepalkan kedua tangannya dengan kuat.


*end of flash back*


" kematian harus di bayar dgn kematian bukan " gumam jaejoong sambil menyunggingkan sebuah senyuman kecut di salah satu sudut bibirnya.

HAPPYYYYYYYYYY

hyaaaaaaaaa senangnya ternyata blog ini masih bisa gw bukaaaaaaaaaaaa...
padahal gw kira tadinya ga bisa lagi karena gw lupa passwordnya,
hmm... udah lama juga gw ga nulis2 (baca:nyampah) di sini.
mulai sekarang gw mau sering2 nulis lagi aaaahhhh (walaupun ga penting XP)
eh iya btw ntar malem JB mau konser loooooo mengingatkan gw tentang kenangan pahit yang sebenernya belum jadi kenangan karena emang belom kejadian sebenernya, jadi bisa dibilang mimpi buruk lah..
*sigh* seandainya kemaren konser JYJ jadi... pasti nggak sesakit hati ini kalo ngeliat berita JB mau konser disana, ditempat yang seharusnya kemarin jadi tempat konser JYJ hiksu T_T tapi sudahlah mau nangis gimana juga tetep aja ga bakal bisa ngubah kenyataan...